Selasa, 16 April 2019

Artikel kemahasiswaan, keislaman dan kebangsaan

Artikel Kemahasiswaan, Keislaman dan Kebangsaan
By : Ninnik Rahmawati

Kaum muda Indonesia merupakan masa depan bangsa, karena itu sebagai pemuda Indonesia baik yang berstatus sebagai pelajar, mahasiswa, ataupun yang sudah menyelesaikan pendidikannya adalah aktor-aktor penting yang sangat diandalkan untuk mewujudkan cita-cita pencerahan kehidupan bangsa kita. Apalagi kita sebagai mahasiswa yang beragamakan islam dengan berlandaskan pada nilai-nilai ahlussunnah walja’ah dan berkebangsaan indonesia sudah sepantasnya kita melakukan itu semua. Apalagi didalam tri darma perguruan tinggi sudah tertuliskan dengan jelas yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. Kemudian di dalam nilai-nilai keislaman juga sudah di jelaskan dengan membaginya menjadi 4 nilai-nilai yaitu, kemerdekaan, tasamuh (toleran), kesamaan (equality), dan keadilan (equity). Dan didalam kebangsaan terdapat 4 pilar kebangsaan yaitu, pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Nah jadi sudah jelas kalau kita sangatlah berperan penting di dalamnya. Karena kalau bukan kita yang melakukan itu, lalu siapa lagi. Apakan orang lain dari agama lain bahkan dari negara lain pula. Itu pasti tidaklah mungkin. Untuk itu marilah kita terapkan semua itu di dalam diri kita bersma-sama.
 Kalau kita jabarkan dari ketiga hal di atas dan kita tanamkan pada diri kita masing-masing maka negara kita akan lebih maju dari sekarang bahkan bisa lebih dari negara-negara maju sekarang ini.
Pertama di dalam tri darma perguruan tinggi, terutama pada poin ketiga yaitu pengabdian masyarakat sudah sangat jelas kalau kita sebagai pelajar yang sudah duduk di bangku mahasiswa kita harus sudah bisa menanamkan pada diri kita tentang nilai-nilai untuk bersikap kritis,berideologi, nilai-nilai keislaman dan 4 pilar kebagsaan. Untuk itu kita harus bisa untuk hidup tidak memihak serta membeda-bedakan walaupun beda agama, suku, ras, dan budaya. Karena kalau kita masih tetap belum bisa melakukan itu lalu untuk apa nilai-nilai keindonesiaan yang sudah ada sejak dahulu hingga sekarang ini. Apakah itu hanya kita anggap sebagai wacana saja ataukah hanya sebagai pelengkap suatu negara saja. Kalau iya itu berarti kita kalah dengan mereka-merekan yang hidup di masa lalu yang sudah bisa menanamkan itu semua pada diri mereka, padahal mereka hidup dimana dimasa-masa mereka itu sangatlah kurang dalam bidang teknologi bahkan buku saja mahal dan sulit didapatkan pada saat itu. Dan juga keterbatasan dalam berpikir juga, karena pendapat mereka yang kritis pada saat itu dianggap sebagai hal-hal yang tidak masuk akal bahkan mereka tidak disukai oleh masyarakan setempat. Kalau kita belum bisa menanamkan itu pada diri kita, itu berarti kita belum bisa menanamkan nilai-nilai keislaman.
Kemudian didalam suatu kebangsaan terdapat sistem keyakinan (belief system) atau filosofi yang isinya berupa konsep, prinsip, serta nilai yang dianut oleh masyarakat suatu negara. Kemudian didalam 4 pilar kebangsaan juga sudah dijelaskan didalam pancasila dan juga UUD 1945. Kemudian pada NKRI menunjukkan pada negara kesatuan. Kenapa negara Indonesia memilih sebagai negara kesatuan itu berawal pada saat penjajahan Belanda yang dengan mudahnya memecahbelahkan Indonesia karena pada saat itu negara Indonesia belum menganut negara kesatuan. Kemudian setelah Indonesia menganut negara kesatuan Belandapun sulit bahkan tidak bisa dipecahkan lagi dengan sisten pecah belah tersebut tadi. Bhinneka Tunggal Ika yang mempunyai arti berbeda-beda tetap satu jua. Istilah ini pertama kali diungkapkan oleh Mpu Tantular dari kerajaan majapahit pada masa Raja Hayamwuruk. Istilah semboyan Bhinneka Tunggal Ika ini di gunakan karena pada saat itu semboyan ini digunakan sebagai prinsip hidup mereaka. Karena pada saat itu terdapat beraneka ragam agama.
 Untuk lebih jelasnya lagi 4 pilar kebangsaan dapat diibaratkan sebagai bangunan rumah.
Pertama, pancasila sebagai dasar negara bangsa Indonesia itu dapat diibaratkan sebagai pondasi rumah. Karena apabila rumah dibangun tanpa adanya pondasi terlebih dahulu maka rumah itu tidak akan bisa berdiri dengan kokoh. Sama halnya dengan negara bangsa Indonesia yang apabila dasar negaranya tidak kokoh maka akan mudah dipecahkan oleh negara-negara lain.
 Kedua, UUD 1945 itu dapat diibaratkat sebagai pintu suatu rumah. Mengapa saya mengibaratkan UUD 1945 sebagai pintu dari suatu rumah itu karena ketika kita mau memahami isi dari suatu rumah itu kita harus masuk melalui pintu itu terlebih dahulu. Sama halnya dengan suatu negara, kita harus masuk terlebih dahulu kedalamnya.
Ketiga, NKRI ibarata tiang dari rumah, karena apabila tiang itu tidak kuat maka negara itu akan dengan mudahnya terpecahbelah. Sama seperti pada saat belanda dengan mudahnya memecah belahkan indonesia pada saat belum menganut negara kesatuan.
Keempat, Bhinneka Tunggal Ika ibarat atap dari rumah itu karena didalam atap rumah itu terdapat tujuan utama yaitu untuk mengayomi orang yang berada didalamnya, walaupun dalam komponennya pada saat membuatnya itu sangatlah berbeda, tetapi dari keseluruhan itu memiliki tujuan utama dan fungsi yang sama. Sama dengan Bhinneka Tunggal Ika.

Minggu, 20 Januari 2019

Artikel Perubahan Menuju Kesejahteraan dan Kecerdasan

Perubahan Menuju Kesejahteraan dan Kecerdasan



Bunga tidak selalu tumbuh di taman, ada kalanya bunga tumbuh di hutan. Yang harus membutuhkan tenaga berkali-kali lipat dari biasanya. Sehingga kita sebagai makhluk hidup wajib untuk menjaganya, wajib untuk melestarikannya.

Sama seperti mereka, mereka ada di dunia ini, mereka ada di negeri ini, mereka ada di pulau ini, mereka ada di kota ini. Tapi, kita tidak pernah menganggap bahwa mereka itu ada disini. Sehingga mereka merasa kalau mereka itu tidak ada disini. Karena selama ini tidak ada yang memperdulikan mereka, tidak ada yang menganggap mereka, tidak ada yang melihat mereka bahkan melirik pun tidak.

Tapi mereka tidak berhenti di situ saja. Mereka tetap berjuang untuk menunjukkan kepada kita kalau mereka itu benar-benar ada. Ada di dunia ini untuk hidup berdampingan bersama kita.

Mereka tinggal di sebuah pedesaan kecil yang berada di kota besar. Mereka tidak pernah putus asa walah mereka hidup di sebuah desa kecil. Yang mayoritas diantara mereka itu tidak bersekolah, bahkan menginjak bangku sekolah pun belum pernah sama sekali. Sehingga sebagian besar dari mereka buta huruf. Tapi mereka tidak tinggal diam, seperti yang dijelaskan di dalam firman Allah SWT dalam QS. Ar Ra'd [13]:11 yang berbunyi

‏ﺇِﻥَّ ﺍ ﻟﻠَّﻪَ ﻟَﺎ ﻳُﻐَﻴِّﺮُ ﻣَﺎ ﺑِﻘَﻮْﻡٍ ﺣَﺘَّﻰ ﻳُﻐَﻴِّﺮُﻭﺍ ﻣَﺎ ﺑِﺄَﻧْﻔُﺴِﻬِﻢْ

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum kaum itu sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka ” ( QS.Ar Ra'd [13]: 11 ).

Semangat mereka yang membara untuk selalu turun kejalan demi kehidupan mereka sendiri setiap harinya. Semangat itulah yang ditanamkan kepada mereka sejak kecil, sehingga mereka tidak hidup bergantung pada orang lain. Walaupun mereka lebih sering menghabiskan waktu mereka di jalanan untuk mencari uang, tapi mereka tidak pernah mengeluh akan semua itu.

Sedangkan kita yang sehari-harinya hanya bisa meminta dan meminta saja pada orang tua kita, kita tidak malu pada mereka bahkan kita dengan angkuhnya mengangkat kepala kita dan mengatakan “Dasar anak-anak jalanan, sampah negara. Bagaimana negara kita mau maju kalau anak kecil saja sudah turun kejalan untuk meminta-minta dan sebagainya. Apa mereka tidak mikir sebagai orang tuanya.” Padahal seharusnya kitalah yang mendapatkan tamparan itu, bukan mereka.

Karena semangat itulah membuat para mahasiswa-mahasiswa dari berbagai universitas-universitas ikut turun kejalan demi mereka. Karena para mahasiswa itu tidak tega melihat perjuangan mereka selama ini yang hanya dianggap sebagai sampah negara. Yang sebenarnya mereka itu adalah permata negara ini. Hanya saja tidak ada yang mau melihat perjuangan-perjuangan mereka sejak dulu hingga kini.

Akhirnya para mahasiswa itu memutuskan untuk mengabadikan diri mereka untuk mereka semua. Dengan cara mengadakan bimbingan atau yang sering di sebut sebagai sekolah gratis setiap hari Kamis di desa itu. Mereka mulai dari kalangan anak-anak hingga orang tua sangat antusias dengan program itu. Mereka sangat senang dan bahagia sekali.

Walaupun pada awalnya para mahasiswa itu sangat sulit untuk masuk di desa itu, tapi akhirnya mereka bisa masuk dan mengadakan program tersebut. Kini mereka sudah mulai bisa membaca dan tidak menghabiskan waktu mereka di jalanan saja, terutama pada anak-anak.

Untuk itu marilah kita ubah cara pandang kita terhadap mereka. Mereka butuh kita semua, jangan biarkan mereka berjuang sendiri. Kita harus selalu ada untuk mereka. Karena mereka diciptakan untuk kita. Tanpa mereka kita tidak akan bisa menjadi seperti saat ini. Untuk itu janganlah lagi kita anggap mereka sebagai sampah negara, melainkan sebagai saudara kita sendiri.

HIDUP MAHASISWA
SALAM PERGERAKAN
SALAM ADVOKASI

Senin, 28 Mei 2018

Cara mudah membuat kesenian fiberglass

Seni fiberglass

Bahan-bahan kimia :

  • Resin (15 cc)
  • Minyak katalis (1 cc)
  • Minyak goreng
  • Hiasan (sesuai selera)


Alat-alat :

  • Gunting
  • Cetakan
  • Kapas / tisu
  • Lidi / catton bad
  • Gelas aqua / tempat adukan


Cara membuat :

  • Siapkan hiasan yang diinginkan.
  • Oleskan minyak pada cetakan secukupnya.
  • Campurkan resi dan katalis di tempat adukan.
  • Tuangkan campuran di dalam cetakan dan dibagi dua.
  • Masukkan hiasan di dalam cetakan dan ditenggelamkan.
  • Membuat lubang rantai, ambil lidi olesi minyak tancapkan diatasi biasa tunggu sampai kering (5 – 7 menit).


Minggu, 29 April 2018

Macam-macam kreasi bunga menggunakan barang bekas

Macam-macam kreasi bunga menggunakan barang bekas


   Barang bekas / sering kita sebut dengan sampah. Kalau kita amati di sekeliling kita itu banyak sampah berserakan dimana-mana. Sehingga merusak kelestarian alam kita. Sepanjang mata kita melihat dimana-mana banyak sampah yang berserakan. Nah, untuk itu kita sebagai generasi muda seharusnya menjaga kelestarian alam kita agar menjadi sehat kembali. Kita dapat menjaganya dengan cara membuang sampah pada tempatnya ataupun mengolah sampah tersebut menjadi barang berguna.

        Disini saya akan menjelaskan bagaimana cara membuat bunga menggunakan berbagai macam barang bekas.

1. Kantong Plastik
     Alat dan bahan :
Kantong plastik
Kertas krep
Kardus
Benang jahit
Gunting
Kawat


     Langkah kerja :
Buatlah sketsa / bentuk kelopak bunga dan daun yang akan dibuat di atas kardus.
Potonglah kardus tersebut.
Kemudian potonglah beberapa kantong plastik sesuai dengan sketsa yang sudah di buat tadi.
Rangkailah itu di kawat menggunakan benang jahit sebagai perekatnya (dengan cara melilitkannya).
Lilitilah kawat dengan kertas krep dan pada jarak yang tidak terlalu dekat diberi daun-daunan.

2. Botol Aqua Gelas
     Alat dan bahan :
Botol aqua gelas
Kertas krep
Kertas krep
Lem tembak

     Langkah kerja :
Potonglah beberapa botol aqua dengan bentuk menyerupai kelompok bunga (sesuai selera).
Potonglah beberapa kertas manila menjadi seperti daun (sesuai selera).
Rangkailah potongan-potongan botol aqua dengan menggunakan lem tembak (langsung pada ujung kawatnya).
Lilitilah kawat dengan kertas krep, pada jarak yang tidak terlalu dekat diberi daun-daunan dari kertas krep tadi.

3. Sedotan
     Alat dan bahan :
Sedotan
Putik (boleh ada boleh tidak)
Gunting
Kawat
Lem tembak

     Langkah kerja :
Potonglah beberapa sedotan menjadi kecil-kecil (warna bebas)
Bentuklah potongan-potongan tersebut sesuai selera.
Rangkailah potongan-potongan tersebut di kawat (agar rangkaian yang sudah disusun tidak mudah lepas berilah putik dibagian atas dan bawahnya).
Potonglah sedotan menjadi 3 bagian (warna hijau).
Potonglah menjadi berbentuk persegi panjang.
Kemudian potonglah menjadi menyerupai daun.
Pasanglah di kawat menggunakan lem tembak.



Baca juga postingan lain yang seperti ini :

Kamis, 26 April 2018

Macam-macam kaligrafi

Macam-macam kaligrafi
 Kebanyakan orang menganggap menulis arab dengan indah / yang sering kita sebut kaligrafi itu sulit dan membutuhkan waktu yang lama untuk membuatnya. Sehingga banyak orang yang kesulitan dalam membuatnya. Apalagi dalam menuliskannya kita tidak boleh asal-asalan. Karena kalau kita salah menulis itu dapat menimbulkan kesalahan dalam maknanya. Sehingga dalam menulisnya dibutuhkan tingkat pengetahuan dan ketelitian yang cukup tinggi.
    Ditambah anak-anak jaman now lebih suka yang berbau K-Pop / kebarat-baratan. Bahkan mereka tidak hanya menyukainya saja. Akan tetapi mereka juga mempelajari gaya bahasa, gaya tulisannya, bahkan mereka juga meniru gaya hidupnya. Untuk itu saya akan mencoba memperbaiki generasi penerus dengan mengenalkan macam-macam kaligrafi yang tidak kalah indah dan cantik.

Macam-macam kaligrafi :
1. Khat Naski
Khat Naski adalah jenis tulisan arab yang biasanya digunakan dalam penulisan Al Qur’an. Khat ini berasal dari Syiria. Khat ini ditulis dengan kemiringan pena 700. Khat Naski paling sering dipakai orang-orang Islam, baik untuk menulis naskah keagamaan maupun tulisan sehari-hari. Gaya Naski termasuk gaya penulisan kaligrafi tertua. Sejak kaidah penulisannya dirumuskan secara sistematis oleh Ibnu Muqlah pada abad ke-10, gaya kaligrafi ini sangat populer digunakan untuk menulis mushaf Alquran sampai sekarang. Karakter hurufnya sederhana, nyaris tanpa hiasan tambahan, sehingga mudah ditulis dan dibaca.
2. Khat Tsulust
Khat Tsulust adalah jenis tulisan arab yang sering digunakan untuk sampul kitab, menghias dinding gedung, dan jenis-jenis dekorasi. Khat ini berasal dari Mesir. Khat ini ditulis dengan kemiringan pena 700. Penulisannya terkadang sampai bertingkat 2, 3 maupun 4. Menggunakan zuhrafiyah (hiasan kaligrafi). Bentuk tulisan tumpang tindih dengan ketinggian huruf Alif mencapai 7 titik balok.
3. Khat Farisi

Khat Farisi adalah salah satu jenis huruf kaligrafi yang sering digunakan untuk lomba. Seperti tampak dari namanya, kaligrafi gaya Farisi dikembangkan oleh orang Persia dan menjadi huruf resmi bangsa ini sejak masa Dinasti Safawi sampai sekarang. Kaligrafi Farisi sangat mengutamakan unsur garis, ditulis tanpa harakat, dan kepiawaian penulisnya ditentukan oleh kelincahannya mempermainkan tebal-tipis huruf dalam 'takaran' yang tepat. Gaya ini banyak digunakan sebagai dekorasi eksterior masjid di Iran, yang biasanya dipadu dengan warna-warni Arabes. Khat ini berasal dari Iran. Khat ini ditulis dengan kemiringan pena 800.
4. Khat Ri'ah
Khat Ri’ah merupakan hasil pengembangan kaligrafi gaya Naski dan Tsulust. Sebagaimana dengan tulisan gaya Naski yang dipakai dalam tulisan sehari-hari. Ri’ah dikembangkan oleh kaligrafer Daulah Utsmaniyah, lazim pula digunakan untuk tulisan tangan biasa atau untuk kepentingan praktis lainnya. Karakter hurufnya sangat sederhana, tanpa harakat, sehingga memungkinkan untuk ditulis cepat. ini berasal dari India. Khat ini ditulis dengan kemiringan pena 450.
5. Khat Diwani
Khat Diwani  ini dikembangkan oleh kaligrafer Ibrahim Munif. Kemudian, disempurnakan oleh Syaikh Hamdullah dan kaligrafer Daulah Usmani di Turki akhir abad ke-15 dan awal abad ke-16. Gaya ini digunakan untuk menulis kepala surat resmi kerajaan. Karakter gaya ini bulat dan tidak berharakat. Keindahan tulisannya bergantung pada permainan garisnya yang kadang-kadang pada huruf tertentu meninggi atau menurun, jauh melebihi patokan garis horizontalnya. Model kaligrafi Diwani banyak digunakan untuk ornamen arsitektur dan sampul buku. Khat ini berasal dari Turki. Khat ini ditulis dengan kemiringan pena 1100.
6. Khat Diwani Jalli
Khat Diwani Jalli ini merupakan pengembangan gaya Diwani. Gaya penulisan kaligrafi ini diperkenalkan oleh Hafiz Usman, seorang kaligrafer terkemuka Daulah Usmani di Turki. Anatomi huruf Diwani Jali pada dasarnya mirip Diwani, namun jauh lebih ornamental, padat, dan terkadang bertumpuk-tumpuk. Berbeda dengan Diwani yang tidak berharakat, Diwani Jali sebaliknya sangat melimpah. Harakat yang melimpah ini lebih ditujukan untuk keperluan dekoratif dan tidak seluruhnya berfungsi sebagai tanda baca. Karenanya, gaya ini sulit dibaca secara selintas. Biasanya, model ini digunakan untuk aplikasi yang tidak fungsional, seperti dekorasi interior masjid atau benda hias. Khat ini berasal dari Afganistan. Khat ini ditulis dengan kemiringan pena 90 - 1100.



Lihat juga Postingan sebelumnya : Membuat Pena Bambu

Minggu, 15 April 2018

Membuat pena bambu

Membuat pena bambu
Dalam membuat kaligrafi kita juga dapat membuatnya menggunakan pena bambu. Bahkan dengan menggunakan pena bambu kita akan lebih mudah untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Karena pada saat kita membuat tebal tipis pada huruf-huruf yang kita buat, kita akan menghasilkan hasil yang maksimal dan dengan kemiringan yang sesuai. Bahkan dengan menggunakan pena bambu kita tidak perlu mengeluarkan biaya yang banyak, karena kita bisa membuatnya sendiri dan bahan yang digunakan juga mudah diperoleh.

Alat dan bahan :
  • Bambu
  • Kater
  • Ampelas
Cara membuat :
  1. Potong bambu ± 20 cm dengan diameter 1,5 – 1,8 cm
  2. Raut pada bagian ujung dengan posisi miring dan panjang mata pena 2,5 mm
  3. Belah bagian mata pena pas di tengah dan diperhalus dengan ampelas (no. 400)
  4. Di uji cobakan dengan tinta diatas kertas buku gambar
  5. Lebih sempurna lagi ujung dalam disisipi dengan kertas / tisu sebagai penyimpan tinta.
Untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal lagi. Alangkah baiknya kalau kita membuatnya menggunakan bambu kuning. Dan pada bagian bambu yang sudah kita potong miring tadi kita haluskan sampai pada kertas tidak menghasilkan goresan-goresan kasar / merusak kertas yang kita gunakan.

Minggu, 18 Maret 2018

Botol bekas jadi berguna

Botol bekas jadi tempat pensil
Mengingat begitu banyaknya minuman-minuman siap saji di negara kita. Alangkah baiknya kalau kita sebagai konsumen tidak membuang bungkusnya. Karena kalau kita membuangnya itu akan merugikan diri kita dan negara kita. Jadi, lebih baik kalau kita memanfaatkannya menjadi barang berguna, misalnya tempat pensil.

Membuat tempat pensil:
Alat dan bahan:
Botol bekas (bebas)
Benang (bebas)
Lem
Kater
Gunting

Langkah kerja:
Potonglah botol bekas menjadi dua bagian (bagian yang atas dipotong lebih besar dari pada bagian yang bawah).
Hiasilah pada bagian yang bawah terlebih dahulu, kemudian barulah yang atas. Ingat sebelum menuju kelangkah selanjutnya, pastikan hiasan merekat dengan baik.
Satukanlah kedua bagian tersebut.